Sales Force Automation (SFA): Tools Penting untuk Sales

sales

Dilansir dari Zendesk.com, pada sebuah studi yang dilakukan tahun 2018 terhadap lebih dari 720 subjek ditemukan bahwa tenaga penjualan hanya menggunakan sekitar 35,2% dari seluruh waktu mereka untuk benar-benar menjual. Sisanya, mereka harus membagi waktu antara email, entri data, rapat internal hingga penjadwalan panggilan. Sebagian tugas memang penting untuk memastikan bisnis tetap berjalan, sementara kegiatan lainnya dinilai hanya buang-buang waktu saja.

Untuk mengatasi hal ini, SFA atau Sales Force Automation hadir sebagai solusi yang memberi efisiensi. Tujuannya adalah agar tugas-tugas ini bisa berjalan dengan otomatis dan tenaga penjualan bisa memiliki lebih banyak waktu untuk menjual produk. Pasalnya, penggunaan waktu untuk tugas-tugas yang bisa disederhanakan adalah sebuah bentuk pemborosan sumber daya perusahaan.

Apa yang Dimaksud dengan SFA?

Sumber : Medium

Sales Force Automation jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah otomatisasi tenaga penjualan. SFA merupakan tools atau perangkat lunak yang bisa membantu mengotomatisasi tugas harian tim penjualan. Teknologi SFA akan mengurangi beban kerja tim misalnya untuk penulisan email atau entri data.

Ada tugas-tugas sederhana yang dilakukan berulang kali yang bisa mencuri waktu berharga dari tim penjualan. Hal ini akan mengurangi kemampuan mereka untuk terhubung dengan pelanggan dan terlibat dalam aktivitas penjualan yang produktif. SFA bertujuan untuk mengembalikan jam kerja tersebut sehingga tim penjualan di perusahaan bisa melakukan apa yang menjadi tugas inti mereka: menciptakan hubungan dan menghasilkan konversi.

SFA umumnya disertakan sebagai salah satu fitur dari perangkat lunak CRM. Tapi ada juga yang berbentuk aplikasi penjualan terpisah yang kemudian diintegrasikan dengan CRM yang sudah ada.

Contoh Penerapan SFA di Lapangan

Sumber : Carakde

SFA secara umum mampu menyederhanakan proses penjualan. Tapi, salah satu fungsi utamanya adalah manajemen data otomatis. Contoh yang paling bagus dari hal ini adalah manajemen dan organisasi prospek masuk.

Perusahaan biasanya menerima informasi kontak calon pelanggan lewat situs mereka. Contohnya ketika orang-orang melakukan registrasi untuk mendapatkan buletin atau memasukkan informasi kontak mereka untuk mengakses demo, sampel dan lain sebagainya.

Tanpa SFA, tim penjualan perusahaan harus menyaring data tersebut untuk membuat profil calon konsumen yang lengkap dan memenuhi syarat kandidat penjualan yang sah. Dengan SFA, kamu bisa mengotomatiskan proses pembuatan profil dan kualifikasi prospek. Dengan begitu, data yang diterima sudah relevan dan siap digunakan untuk tujuan yang direncanakan oleh perusahaan.

Mengapa SFA Penting untuk Diimplementasikan?

Sumber : Pinterest

Secara sederhana, penerapan SFA akan menghemat waktu, meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya akan melejitkan keuntungan perusahaan. Dalam sebuah studi internal yang dilakukan oleh Zendesk.com ditemukan bahwa 2 dari 3 tim penjualan mengalami peningkatan keuntungan dalam 6 bulan setelah mereka menerapkan SFA.

Di sisi lain, lebih dari setengah perusahaan penjualan yang disurvei melaporkan pertumbuhan pendapatan hingga mencapai 2 digit setelah mereka menerapkan SFA.

SFA menyederhanakan jadwal tim penjualan dan memastikan mereka memiliki waktu yang memadai untuk benar-benar terhubung dengan pelanggan potensial perusahaan. Ketika kamu sebagai pemilik bisnis menghapus tugas harian yang membosankan dari alur, target penjualan menjadi lebih mudah dicapai dan semangat kerja tim penjualan akan meningkat.

Setiap platform SFA yang tersedia di pasaran hadir dengan berbagai fitur. Namun secara umum, ada beberapa fungsi inti yang harus dimiliki oleh semua perangkat lunak SFA seperti manajemen kontak, prospecting, lead generation, pipeline management, lead scoring, lead tracking, lead nurturing, opportunity management dan lain sebagainya.

Itulah berbagai hal penting seputar SFA yang perlu kamu ketahui. Ini salah satu tools yang dapat kamu manfaatkan,Nusaprospect. Aplikasi ini membantu kamu melakukan manajemen aktivitas sales, sehingga dapat meningkatkan kinerja. Salah satu contohnya adalah keberadaan fitur yang mampu mengelola data prospek secara rapi, sehingga dapat mencegah terjadinya double follow up yang mungkin dilakukan sales.

Segera gunakan aplikasi Nusaprospect untuk meningkatkan kinerja penjualan di perusahaan kamu. Unduh aplikasi mobile-nya melalui Play Store atau App Store, dan kunjungi webnya di Nusaprospect.com.